Pada tahun ini, maskapai penerbangan milik Pemprov Riau, PT Riau Airlines (RAL) berniat akan menambah sebanyak 6 unit pesawat baru. Penambahan armada ini dilakukan untuk mengoptimalkan pelayanan dan juga meng-cover jumlah penumpang RAL yang terus meningkat. “Minimal tahun ini kita sudah mengoperasikan 10 pesawat, karena ini sesuai tuntutan dari peraturan Kementerian Perhubungan,” ungkap Direktur Utama RAL, Teguh Trianto di hadapan para pegawai RAL, saat perayaan HUT ke-8 RAL di kantornya, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Jumat (12/3/2010) lalu.
Menurutnya, rencana penambahan pesawat tersebut sebelumnya sudah dibicarakan jajaran direksi dengan dewan komisaris. “Pada dasarnya setuju, tinggal pengesahannya oleh para pemegang saham waktu RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) nanti,” ujarnya.
Ditambahkannya, pada usianya yang ke-8, RAL harus berbenah diri dengan meningkat disiplin dan pelayanan. Apalagi dalam menghadapi industri penerbangan yang persaingannya semakin sengit. Jika RAL tidak meningkatkan disiplin dan pelayanannya maka akan ditinggalkan para pelanggannya.
“RAL itu adalah perusahaan maskapai penerbangan daerah Riau, semua pelayanan yang diberikan RAL akan mencerminkan Riau. Jadi kalau kita memberikan pelayanan yang tidak maksimal, maka itu akan mencoreng nama Riau,” tegasnya.
Untuk itu, menurutnya, langkah pertama yang akan ia ambil adalah dengan melakukan penerbangan yang sesuai jadwal. “Dan hari ini On Time Performance (OTP) RAL mencapai 100 persen. Artinya RAL sudah terbang sesuai jadwal. Ini harus dipertahankan agar pelayanan kita lebih maksimal dan kita bisa bersaing dengan airlines lainnya,” tuturnya.
Teguh juga berkomitmen untuk menjadikan RAL sebagai maskapai penerbangan yang maju dan disegani. Maka, perlu perubahan paradigma dan etos kerja dari setiap stake holder-nya. Majunya RAL akan membawa dampak positif terhadap pembangunan daerah Riau. “Kalau sudah begitu sebutan RAL adalah Riau Always Late berubah dengan sendirinya menjadi Riau Always Lucky,” katanya yang disambut tepuk tangan meriah dari para pegawai RAL.
Untuk mewujudkan itu semua, jajaran Direksi RAL, menurutnya, sudah menyiapkan berbagai strategi pengembangan RAL. Di antaranya adalah dengan fokus dalam penerbangan di wilayah Sumatera. “Kita akan fokus untuk mengambil rute-rute feeder. Menjadi penyambung antar kota di Sumatera. Langkah ini harus didukung dengan kinerja yahg maksimal dari para karyawan RAL,” pungkasnya.(*)
Zuprianto | Edited by Mukhtar



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






