Guna meningkatkan daya saing usaha mitra binaannya, PT Pemodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Pekanbaru mengadakan berbagai pembinaan dan pelatihan. Salah satunya dengan mengajak mitra binaan belajar mensinergiskan sapi dengan kelapa sawit ke lokasi pusat peternakan sapi di Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Sapi Potong Padang Mengatas di Sumatera Barat.
“Kami mengajak beberapa mitra binaan kami yang bergerak di peternakan sapi dan perkebunan sawit. Ini merupakan program rutin, yang juga untuk mendukung program Sistem Integrasi Sapi–Kelapa Sawit (SISKA) yang merupakan program pemerintah,” ujar Kepala PNM Cabang Pekanbaru, L. Dodot Patria Ary, didampingi Kepala jasa Manajemen Bisnis Komersial PNM Pekanbaru, Dasril Saleh, kepada riaubisnis.com di Pekanbaru, Senin (21/11/2011).
Dodot menjelaskan, PNM Pekanbaru terus berupaya memberdayakan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal. Hal ini sesuai dengan visi PNM yang ingin memberdayakan pelaku usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui bantuan modal yang lebih.
“Sebagai perusahaan negara sudah sepatutnya kami juga ikut mendukung program pemerintah. Makanya kami akan terus tingkatkan pengetahuan peternak sapi dan pekebun sawit di Riau sehingga bisa menghasilkan sinergisitas yang akan menguntungkan peternak sapi dan petani sawit,” terangnya.
Lebih jauh Dodot memaparkan, hingga Oktober 2011, PNM melalui Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) yang dimilikinya sudah mengucurkan dana sekitar Rp 169 miliar di Riau. Untuk dana yang dikucurkan ke Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) di Riau mencapai Rp 176 miliar. Di sisi lain angka kredit macet PNM Pekanbaru masih 0 persen.
“Di Riau, tahun ini kami targetkan Ulamm mampu menyalurkan dana sampai 12 miliar. Sementara untuk bantuan modal bagi Koperasi atau lembaga keuangan mikro lainnya sekitar Rp 52 miliar. Dan hingga bulan lalu realisasinya sudah mencapai 90 persen,” terangnya.
Dodot menjelaskan, tugas utama PNM adalah memberikan solusi pembiayaan pada Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKMK) dengan kemampuan yang ada berdasarkan kelayakan usaha serta prinsip ekonomi pasar. Dengan pengembangan model lembaga keuangan alternatif maka pendekatan pembiayaan yang dilakukan PNM tidak seperti pendekatan perbankan.
“Penguatan manajemen juga diberikan oleh PNM sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan penguatan permodalan. Dalam operasinya, kebijakan PNM ini bekerja sama dengan lembaga-lembaga keuangan seperti Lembaga Modal Ventura, Bank Umum/Syariah, Koperasi Simpan Pinjam, BPR/S, maupun Lembaga Keuangan Mikro/Syariah lainnya di seluruh propinsi Indonesia,” jelasnya.
“Dengan dukungan Pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia, PT. Permodalan Nasional Madani (Persero) dikelola dengan prinsip-prinsip profesionalisme, transparansi, dan good corporate governance siap melangkah memasuki era Indonesia Baru, menuju masyarakat Madani yang dicita-citakan,” tambahnya lagi. (*)
Zuprianto | Edited by Parlindungan



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






