Jelang Idul Adha, kebutuhan sapi untuk kurban tahun ini diprediksi mencapai 27.500 ekor, atau naik 3.690 ekor dari tahun sebelumnya. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Provinsi Riau, Asykardia Patrianov, ketika riaubisnis.com hubungi melalui telepon selularnya, Senin (24/10/2011).
Patrianov menungkapkan, sekitar 75 persen sapi kurban tahun ini merupakan pasokan dari luar Riau, yakni Lampung dan Sumatera Selatan. Sementara, sapi produksi peternakan di Riau, hanya berjumlah sekitar 7 ribu ekor.
"Untuk memenuhi kebutuhan Idul Adha tahun ini, kita masih mendatangkan sapi dari luar Riau, yakni dari Lampung dan Sumatera Selatan. Ini akibat ketersediaan sapi kurban di Riau yang masih belum mampu untuk memenuhi kebutuhan kurban," ungkapnya.
Mengantisipasi kebutuhan sapi di Riau, Patrianov mengatakan, Pemprov Riau melalui Disnak Riau fokus untuk memberdayakan sapi melalui Program Sapi K2I. Program tersebut, menurutnya bisa membuat ke kebutuhan sapi di Riau terpenuhi dari produksi lokal.
“Kami juga siapkan program sistem integrasi sapi dan kelapa sawit atau (Siska). Program ini akan mensinergikan antara perkebunan sawit dengan pemeliharaan sapi yang saling menguntungkan. Sapi mendapat pasokan makanan dari pelepah sawit, dan kebun sawit mendapatkan pupuk dari kotoran sapi, jadi saling menguntungkan antara peternak dan pekebun,” tandasnya. (*)
Zuprianto | Edited by Parlindungan



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






