Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Provinsi Riau mencatat realisasi investasi pada sektor peternakan di Riau pada triwulan I 2011 mencapai Rp 29 miliar. "Realisasi investasi di sektor peternakan paling tinggi untuk penanaman modal dalam negeri," kata Kasubid Pendataan dan Evaluasi Penanaman Modal BPMPD Riau, Joko Wardono, kepada wartawan, Rabu (15/6/201) di Pekanbaru.
Ia mengungkapkan, realisasi investasi di Riau pada triwulan I 2011 naik signifikan, baik penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA). Investasi di sektor peternakan paling besar berada di Kabupaten Kampar.
Kemudian, realisasi investasi pada industri pengolahan kelapa sawit berada pada peringkat kedua dengan nilai Rp 28,5 miliar. Lokasinya berada di Kabupaten Indragiri Hulu. Sedangkan untuk realisasi PMA, sektor pertambangan berada pada peringkat tertinggi yakni mencapai 6 juta dolar AS. Kemudian diikuti investasi industri minyak makan 3,7 juta dolar AS dan industri kemasan 3,2 juta dolar AS.
Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi PMA pada triwulan I 2011 di Riau mencapai 15,8 juta dolar AS. Terjadi kenaikan hingga 549 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2010 yang hanya 2,4 juta dolar AS. Sedangkan realisasi PMDN pada triwulan I 2011 tercatat sekitar Rp 60,6 miliar atau naik 800 persen ketimbang priode yang sama tahun lalu yang sekitar Rp7 miliar.
Realisasi investasi Riau terus membaik setelah pada 2010 menurun drastis. Perolehan investasi Riau pada 2010 menempati ranking 12 untuk PMDN dan ranking 14 PMA. Padahal, Riau menduduki ranking lima secara nasional dan tertinggi di Sumatera pada 2009. (*)
Zuprianto | Edited by Parlindungan



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






