Manajemen PT Kalila menyerahkan 3.500 ekor bibit itik petelur kepada 7 kelompok tani di Desa Sering, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan. Masing-masing kelompok tani akan mendapat 500 ekor bibit itik betina.
Selain menyerahkan bibit, dalam waktu dekat Kalila bersama Dinas Peternakan Kabupaten Pelalawan akan menggelar pelatihan bagi kelompok tani yang sudah menerima bibit tersebut. Pelatihan tersebut mulai dari cara beternak itik yang baik hingga proses pemasaran telur.
“Kami berharap bibit yang diberikan ini bermanfaat bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Kami berharap nantinya telur itik yang dihasilkan tidak hanya berupa telur asin, tapi juga produk lain seperti salai telur itik sehingga bisa dijadikan oleh-oleh khas daerah,” kata Koordinator CSR PT Kalila, Ade Abdurrahman, dalam pers rilisnya yang riaubisnis.com terima, Jumat (27/5/2011).
Bantuan langsung diterima Kepala Desa Sering, Syamsul Bahri D didampingi Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Pelalawan, Zulkifli, Kepala Polsek Pelalawan Iptu B Lumban T, perwakilan camat Pelalawan serta ketujuh ketua kelompok tani.
Menurut Ade Abdurrahman, pemilihan salai telur itik sebagai produk unggulan baru karena mempunyai nilai keunikan. Sama seperti produk dodol khasiat yang sudah dikenal sebagai makanan para raja di Pelalawan dahulu kala. Di Desa Sering, Kalila melalui Pokja Gema Datuk Kolam Tuju yang dibentuk bersama masyarakat, kini terus berupaya memasarkan produk olahan khas desa lainnya seperti ikan asin Kepetuk dan madu sialang.
Kepala Dinas Peternakan Pelalawan, Zulkifli dalam sambutannya mengatakan, pihaknya sangat terkesan dengan program yang dijalankan Kalila karena selama ini pihak swasta lebih banyak membantu hewan ternak sapi atau pun kambing.
“Sapi atau kambing hanya bisa dimanfaatkan hasilnya satu kali dalam setahun. Tapi kalau itik bisa dimanfaatkan telurnya setiap hari selama hamper 3 tahun. Artinya setiap hari jika telur tersebut dijual akan menambah pendapatan masyarakat, khususnya kelompok tani di Desa Sering ini,” katanya.
Zulkifli juga berjanji akan memberikan bantuan serupa tahun depan kepada warga desa yang belum menerima bantuan dengan catatan program yang ada saat ini berhasil. “Mau 1.000 ekor atau 2.000 ekor akan saya berikan asalkan program peternakan itik yang sudah diberikan saat ini berhasil,” tegas Zulkifli.
Ketua Pemuda Desa Sering, Junaidi menambahkan, pihaknya berharap agar kepala keluarga yang sudah menerima bantuan tersebut menjaga dan memelihara itik yang sudah diberikan sehingga tidak mengecewakan donator maupun pemerintah daerah. Dia berharap agar Dinas Peternakan Kabupaten Pelalawan turut membantu program tersebut dengan memberikan pakan dan obat-obatan bagi para peternak. (*)
Zuprianto | Edited by Parlindungan



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






