Pada Desember 2011, Nilai Tukar Petani (NTP) di Riau 105,05. Naik 0,28 persen dibanding November 2011 yang besarnya 104,76. Penyebabnya, indeks harga yang diterima petani naik sebesar 0,55 persen relatif lebih besar dibanding kenaikan indeks harga yang dibayar petani yang sebesar 0,27 persen.
Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, Abdul Manaf, kepada riaubisnis.com Kamis (11/01/2012).
Manaf menjelaskan, Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) tercatat sebesar 113,67, Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) 118,04, Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) 101,15, Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPPT) 101,05 dan Nilai Tukar Petani Nelayan (NTPN) 92,21.
Komoditas yang memberi andil terbesar terjadinya kenaikan indeks harga yang diterima petani (It) terjadi pada subsektor hortikultura yang terutama diakibatkan naiknya cabe merah dengan andil sebesar 0,50 persen, cabe rawit sebesar 0,33 persen, pepaya sebesar 0,15 persen, kangkung sebesar 0,14 persen, bayam sebesar 0,11 persen, terung panjang sebesar 0,08 persen, kacang panjang sebesar 0,07 persen, ketimun sebesar 0,05 persen, dan semangka sebesar 0,01 persen.
Kenaikan indeks harga yang dibayar petani terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat yang disebabkan oleh naiknya harga barang-barang konsumsi rumah tangga seperti cabe merah dengan andil sebesar 0,25 persen, ikan asap sebesar 0,05 persen, ikan asin kering dan beras masing-masing sebesar 0,04 persen, teh (hitam) sebesar 0,03 persen, dan kangkung, buncis, cabe rawit serta shampoo masing-masing sebesar 0,02 persen.
“Pada Desember 2011, terjadi inflasi di daerah perdesaan Provinsi Riau sebesar 0,31 persen. Inflasi perdesaan terjadi karena kenaikan indeks harga terjadi pada hampir semua kelompok pengeluaran konsumsi rumah tangga,” terang Manaf.
Diantaranya kelompok kesehatan sebesar 0,49 persen, kelompok bahan makanan sebesar 0,44 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 0,35 persen, kelompok makanan jadi, rokok, dan tembakau sebesar 0,25 persen, kelompok perumahan dan kelompok transportasi dan komunikasi masing-masing sebesar 0,12 persen. Sedangkan kelompok sandang mengalami penurunan sebesar 0,05 persen.
“Laju inflasi di daerah pedesaan Provinsi Riau pada Desember 2011 sebesar 0,31 persen, sementara itu inflasi ”year-on-year” sebesar 3,14 persen sama dengan inflasi kumulatif sepanjang 2011,” kata Manaf. (*)
Zuprianto | Edited by Rbc



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






