Gapki: Setelah Riau, Fokus Pengembangan Industri Sawit di Kalimantan

E-mail Print PDF
Kalangan industri kelapa sawit akan menfokuskan ekspansi perkebunan ke Kalimantan guna mencapai target produksi minyak sawit mentah (CPO) sebanyak 40 juta ton pada 2020.

Kepala Bidang Pemasaran Gabungan Pengusaha Kelapa sawit Indonesia (GAPKI) Susanto di Jakarta, Rabu (4/1/2012) mengatakan, ekspansi lahan tersebut dilakukan dengan memanfaatkan izin telah lama diajukan.

Saat ini, tambahnya, luas areal perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat sekitar 700 ribu dari izin yang diberikan sektiar 3 juta hektar (ha).

Sedangkan di Kalimantan Tengah dari izin yang diperoleh seluas 2,4 juta ha baru dimanfaatkan untuk perkebunan sawit 400 ribu ha, sementara di Kalimantan Timur luas areal perkebunan kelapa sawit kurang dari 1 juta ha dari izin seluas 1 juta ha.

“Kita akan lakukan ekspanasi di lahan-lahan yang sudah lama izinnya, sebagaian besar di Kalimantan," katanya saat menyampaikan Outlook Kelapa Sawit 2012,” ujarnya seperti dilansir investor.co.id.

Susanto mengakui, saat ini produksi minyak sawit atau CPO dalam negeri masih di dominasi dari perkebunan di Riau, Sumatera Utara maupun Jambi.

Ke depan, lanjutnya, produksi dari Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur diperkirakan akan meningkat, meskipun mungkin belum mampu menyamai Riau.

Namun demikian, Susanto menyatakan, untuk mencapai target produksi CPO 40 juta ton tersebut tidak hanya dapat dilakukan dengan ekstensifikasi atau perluasan lahan namun juga intensifikasi atau meningkatkan produktivitas.

“Saat ini, produksi CPO perusahaan mencapai 5 ton per hektar padahal potensi hingga 7 ton per hektar,” katanya.

Terlebih lagi, produktivitas kelapa sawit petani yang saat ini merupakan 43 persen dari produsen CPO nasional masih sangat rendah sekitar 2 ton/ha. Produktivitas tersebut, tambahnya, harus ditingkatkan, antara lain melalui peremajaan tanaman atau replanting.

Dia mengungkapkan, jika saat ini dari lahan yang ada sebanyak 8 juta ton produktivitasnya bisa dinaikkan hingga 5 ton/ha maka produksi CPO Indonesia sudah mampu mencapai 40 juta ton. (*)

Mukhtar | Edited by Rbc

TRANSLATE
Gapki: Setelah Riau, Fokus Pengembangan Industri Sawit di Kalimantan
Gapki: Setelah Riau, Fokus Pengembangan Industri Sawit di Kalimantan
 
 

 


 


 


 


 


Copyright © 2010 RiauBisnis.com Portal News
50 thn Bank Panin
Headline
  • Pause
  • Previous
  • Next
1/5
 

Majalah Venues Online

 

Harga Bahan Olahan Karet (Bokar)

Periode :14 s/d 19 Mei 2012

 

Harga Bokar di Pabrik

Harga (Rp/Kg)

1

PT Rickry Pekanbaru

28.000

2

PT P&P Bangkinang

28.000

3

PT Tirta Sari Surya

28.000

4

PT Andalas Agrolestari

28.000

 

Sumber: Disbun Riau

 

Harga Kelapa Butiran dan Kopra

Periode :15 Mei 2012

No

Keterangan

Harga (Rp/Kg)

1

Kelapa bulat licin

1.033,33,-

2

Kopra mutu kering (100%)

5.00

3

Kopra mutu basah (80%)

3.100

4

Kopra mutu basah (60%)

3.000

 

Sumber: Disbun Riau

 

 

  TBS Sawit Periode :

16 s/d 22 Mei 2012

 Umur Tanaman (Tahun)

 TBS (Rp/Kg)

3

1.269,11

4

1.418,36

5

1.518,24

6

1.561,85

7

1.621,77

8

1.672,26

9

1.725,31

>=10

1.773.97

Sumber: Disbun Riau