Bonecom Tak Lunasi Setoran Modal, Pemkab Kampar Cari Investor Baru untuk Kamparicom

E-mail Print PDF
Bupati Kampar, Burhanuddin HusinPemerintah Kabupaten Kampar, Riau, kini tengah mencari investor baru untuk melanjutkan pembangunan pabrik PT Kamparicom yang belum selesai sejak 2006 lalu. Pasalnya, hingga kini, investor lama, PT Bonecom, tak kunjung mampu melunasi setoran modalnya dalam konsorsium Kamparicom.  

"Kami akan cari investor baru, karena investor yang ada sekarang, ternyata terkendala keuangan," ujar Bupati Kampar Burhanuddin Husin, kepada wartawan di Pekanbaru, beberapa waktu lalu.

Perusahaan fillet ikan patin PT Kamparicom yang terletak di Desa Koto Perambahan, Kecamatan Kampar Timur, hingga kini belum juga terealisasi.

Anggaran proyek tersebut mencapai Rp 158 miliar yang dibiayai bersama dengan membentuk konsorsium antara Pemerintah Kabupaten Kampar, Pemerintah Provinsi Riau melalui BUMD PT SPR dan pihak swasta yakni PT Bonekom.

Burhanuddin mengungkapkan, PT Bonecom yang merupakan perusahaan perikanan swasta dari Jakarta hingga kini ternyata belum kunjung melakukan penyertaan modal untuk pembangunan.

Dari hasil rapat umum pemegang saham (RUPS), lanjutnya, perusahaan itu tak bisa melakukan kewajiban untuk modal proyek tersebut dan tak kunjung menyampaikan laporan administrasi keuangan kepada pemerintah daerah.

"Kami beri batas waktu sampai minggu depan, apabila tak bisa melaksanakan kewajibannya, maka pemerintah daerah akan mengurangi porsi saham PT Bonekom dan menawarkannya ke investor lain," tegasnya.

Dalam konsorsium, PT Bonekom memiliki porsi saham sebesar 38 persen di PT Kamparikom yang jumlahnya sama dengan saham Pemerintah Kabupaten Kampar. Sedangkan, PT SPR dari BUMD Pemprov Riau memegang saham 24 persen.

Burhanuddin berharap, pabrik PT Kamparikom segera mendapat investor baru untuk membantu memajukan potensi perikanan budidaya di Kampar. Daerah tersebut mampu memproduksi budidaya perikanan hingga 80 ton per hari dari masyarakat dengan berbagai jenis ikan air tawar. PT kamparikom direncanakan mampu memproduksi 30 ton pengolahan ikan per harinya, mulai dari pembibitan hingga fillet dikelola PT kamparikom.

Sebelumnya, Gubernur Riau (Gubri), Rusli Zainal meminta proyek pembangunan PT Kamparicom, harus tetap dilanjutkan. Pasalnya, Kamparicom dinilainya bisa membuka jalan pengembangan industri perikanan di Riau. “Program ini tidak boleh berhenti, harus lanjut, karena berdampak positif bagi pengembangan industri perikanan di Riau,” katanya. (*)

Zuprianto | Edited by Parlindungan

TRANSLATE
Bonecom Tak Lunasi Setoran Modal, Pemkab Kampar Cari Investor Baru untuk Kamparicom
Bonecom Tak Lunasi Setoran Modal, Pemkab Kampar Cari Investor Baru untuk Kamparicom
 
 

 


 


 


 


 


Copyright © 2010 RiauBisnis.com Portal News
50 thn Bank Panin
Headline
  • Pause
  • Previous
  • Next
1/5
 

Majalah Venues Online

 

Harga Bahan Olahan Karet (Bokar)

Periode :14 s/d 19 Mei 2012

 

Harga Bokar di Pabrik

Harga (Rp/Kg)

1

PT Rickry Pekanbaru

28.000

2

PT P&P Bangkinang

28.000

3

PT Tirta Sari Surya

28.000

4

PT Andalas Agrolestari

28.000

 

Sumber: Disbun Riau

 

Harga Kelapa Butiran dan Kopra

Periode :15 Mei 2012

No

Keterangan

Harga (Rp/Kg)

1

Kelapa bulat licin

1.033,33,-

2

Kopra mutu kering (100%)

5.00

3

Kopra mutu basah (80%)

3.100

4

Kopra mutu basah (60%)

3.000

 

Sumber: Disbun Riau

 

 

  TBS Sawit Periode :

16 s/d 22 Mei 2012

 Umur Tanaman (Tahun)

 TBS (Rp/Kg)

3

1.269,11

4

1.418,36

5

1.518,24

6

1.561,85

7

1.621,77

8

1.672,26

9

1.725,31

>=10

1.773.97

Sumber: Disbun Riau