Populasi Ikan di Sungai Siak Alami Penurunan

E-mail Print PDF

Akibat kondisi bantaran sungai tercemar berbagai limbah, hasil tangkapan ikan oleh masyarakat di Sungai Siak mengalami penurunan. Apabila tidak segera diambil sikap, populasi ikan di sepanjang Sungai Siak terancam musnah.

 

“Jika hal ini tak dilakukan tindakan antisipasi, maka populasi ikan bisa musnah,’’ kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau, Irwan Effendi, di sela-sela penyebaran benih ikan (restocking) dan juga penanaman pohon di bantaran Sungai Siak, bersama dengan mahasiswa pencinta dan Konservasi Alam Waradipa Universitas Lancang Kuning (Unilak), Minggu (5/6/2011) di Pekanbaru.

 

Menurutnya, sungai ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dalam melakukan budidaya ikan air tawar untuk meningkatkan perekonomiannya. Namun seiring dengan perjalanan waktu, kondisi sungai kurang mendukung, seperti terjadinya pencemaran dan implikasi pada populasi ekosistem di dalamnya.

 

“Apakah ini kita biarkan? Tentunya tidak. Diskanlut mencegah agar sungai ini tidak tercemar dengan cara melakukan pelestarian lingkungan di bantaran sungai,” katanya seperti dilansir Riau Pos, Senin (6/6/2011).

 

Upaya pencegahan ini, kata Irwan, merupakan langkah pasti dalam menyelamatkan populasi ekosistem sungai. Dengan berbuat sedikit tapi memberikan manfaat yang besar. Hari ini dilakukan restocking dan penanaman pohon, dengan harapan kondisi bantaran sungai bisa pulih kembali sehingga populasi ikan bisa meningkat.

 

Restocking ini merupakan wujud nyata dalam memberikan kesempatan pada masyarakat untuk menjaga lingkungan. Dengan menambah populasi benih ikan di sungai ini, nantinya akan berkembang lebih banyak lagi. “Ada 50 ribu benih ikan lele, nila dan patin yang kami restocking-kan,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kabid Perikanan Tangkap, Nursal Ahmad menambahkan, kegiatan restocking ini bertujuan agar masyarakat mudah mencari ikan di sungai. Sebelumnya, hal serupa juga dilakukan di Pasir Pengarian di Danau Cibogas dengan menyebarkan 20 ribu benih ikan, di Sugai Rawa Kabupaten Siak 15 ribu ekor, Danau PLTA Koto Panjang 30 ribu ekor, Inhu dan dalam waktu dekat ini di Danau Buatan Pekanbaru.

 

“Ini merupakan program kita dalam meningkatkan populasi ikan dalam bidang perairan umum dan daratan yang ada di Riau. Benih ikan yang restocking ini merupakan hasil produksi dari balai benih.

Seperti yang diberitakan riaubisnis.com sebelumnya, hasil tangkapan ikan laut dan sungai di Riau pada 2010 lalu meningkat daripada 2009. Peningkatan ini diniai cukup berarti, yakni 127 ribu ton selama 2009 dan 132 ribu ton pada 2010.

“Kebutuhan dan pemanfaatan ikan di Riau sangat tinggi, yakni sekitar 2.403.58 ton selama setahun. Sementara, saat ini budidaya ikan kolam hanya mencapai 14 ribu ton. Nilai ini hanya bisa mengatasi 17,17 persennya saja,” kata Wakil Gubernur Riau (Wagubri), HR Mambang Mit, saat menebar bibit ikan di Sungai Siak, Rabu sore (4/5/2011) dalam perayaan HUT Radio Smart FM Network ke-15 Tahun 2011.

Di sisi lain, kata Mambang, potensi pengembangan keramba dan tambak ikan di Riau masih 10 persen. Katanya, saat ini salah satu faktor kendala belum memaksimalkan hasil budidaya ikan di Riau adalah, tidak digarapnya industri ini secara komprehensif dan mensinergiskan dengan teknologi.

“Setidaknya, dengan cara membuat keramba dan tambak ikan, adalah salah satu cara membudidayakan ikan yang sangat efektif,” jelasnya.

Dirinya berharap, pelaku pertanian dan perikanan Riau, mampu membangkitkan multiplier effect perekonomian dengan meningkatkan budidaya ikan sesuai dengan program Pemerintah Provinsi Riau Menuju Pembangunan Kawasan Hasil Laut dan Sungai Terpadu Riau.(*)

Parlindungan | Edited by Rbc

TRANSLATE
Populasi Ikan di Sungai Siak Alami Penurunan
Populasi Ikan di Sungai Siak Alami Penurunan
 
 

 


 


 


 


 


Copyright © 2010 RiauBisnis.com Portal News
50 thn Bank Panin
Headline
  • Pause
  • Previous
  • Next
1/5
 

Majalah Venues Online

 

Harga Bahan Olahan Karet (Bokar)

Periode :14 s/d 19 Mei 2012

 

Harga Bokar di Pabrik

Harga (Rp/Kg)

1

PT Rickry Pekanbaru

28.000

2

PT P&P Bangkinang

28.000

3

PT Tirta Sari Surya

28.000

4

PT Andalas Agrolestari

28.000

 

Sumber: Disbun Riau

 

Harga Kelapa Butiran dan Kopra

Periode :15 Mei 2012

No

Keterangan

Harga (Rp/Kg)

1

Kelapa bulat licin

1.033,33,-

2

Kopra mutu kering (100%)

5.00

3

Kopra mutu basah (80%)

3.100

4

Kopra mutu basah (60%)

3.000

 

Sumber: Disbun Riau

 

 

  TBS Sawit Periode :

16 s/d 22 Mei 2012

 Umur Tanaman (Tahun)

 TBS (Rp/Kg)

3

1.269,11

4

1.418,36

5

1.518,24

6

1.561,85

7

1.621,77

8

1.672,26

9

1.725,31

>=10

1.773.97

Sumber: Disbun Riau