Hasil tangkapan ikan laut dan sungai di Riau pada 2010 lalu meningkat daripada 2009. Peningkatan ini diniai cukup berarti, yakni 127 ribu ton selama 2009 dan 132 ribu ton pada 2010.
“Kebutuhan dan pemanfaatan ikan di Riau sangat tinggi, yakni sekitar 2.403.58 ton selama setahun. Sementara, saat ini budidaya ikan kolam hanya mencapai 14 ribu ton. Nilai ini hanya bisa mengatasi 17,17 persennya saja,” kata Wakil Gubernur Riau (Wagubri), HR Mambang Mit, saat menebar bibit ikan di Sungai Siak, Rabu sore (4/5/2011) dalam perayaan HUT Radio Smart FM Network ke-15 Tahun 2011.
Saat itu, Wagubri cemplungi bibit ikan di bawah Jembatan Siak I, Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai Pesisir, sebanyak 18 ribu ekor. Masing-masing, 13 ribu bibit ikan nila dan 5 ribu bibit ikan patin.
“Mudah-mudahan dengan cara pelepasan bibit ikan di Sungai Siak, bisa minimal membantu menutupi kekurangan kebutuhan masyarakat terhadap ikan selama ini,” kata Mambang seusai acara penebaran bibit ikan.
Di sisi lain, kata Mambang, potensi pengembangan keramba dan tambak ikan di Riau masih 10 persen. Katanya, saat ini salah satu faktor kendala belum memaksimalkan hasil budidaya ikan di Riau adalah, tidak digarapnya industri ini secara komprehensif dan mensinergiskan dengan teknologi.
“Setidaknya, dengan cara membuat keramba dan tambak ikan, adalah salah satu cara membudidayakan ikan yang sangat efektif,” jelasnya.
Dirinya berharap, pelaku pertanian dan perikanan Riau, mampu membangkitkan multiplier effect perekonomian dengan meningkatkan budidaya ikan sesuai dengan program Pemerintah Provinsi Riau Menuju Pembangunan Kawasan Hasil Laut dan Sungai Terpadu Riau.(*)
Parlindungan | Edited by Rbc



arabic
chinese
english
german
indonesian
japanese
korean
malay
russian 






